Rabu, 04 Desember 2013

Pentingnya Mempelajari Teori



INISIASI 2
EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

 

Dasar Pemikiran mengenai Manajemen.

Organisasi telahdibentuk dan berkembang selama beberapa abad. Berdasarkan sejarah dunia, kita dapat melacak pengalaman manusia bekerjasama dalam organisasi formal. Telah juga ditulis tentang bagaimana membuat organisasi agar lebih efektif dan efisien sebelum istilah manajemen umum di gunakan.
Sebelum meneruskan pembelajaran kita mengenai teori manajemen yang penting, perlu kita ketahui alasan mengapa mempelajari teori manajemen akan membantu kita memahami manajemen dan organisasi masa kini yang komplek.

PERLUNYA MEMPELAJARI TEORI MANAJEMEN.
Teori adalah perspektif yang digunakan oleh manusia untuk merangkai pengalaman menjadi logis. Secara formal sebuah teori adalah sekelompok asumsi yang erat berkaitan, dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati.

1. Teori memberikan fokus untuk memahami apa yang kita alami.Sebuah teori    menyediakan  kriteria untuk menentukan apa yang relevan.
2.  Teori mempermudah kita berkomunikasi dengan efisien, sehingga mempermudah interaksi ketika menghadapi tantangan/ masalah sehari_hari.
3. Teori membuat kita, bahkan menantang kita untuk terus belajar mengenai dunia disekeliling kita.Karena teori mempunyai keterbatasan, maka kita berperlu terus mempelajari apakah teori yang kita anut masih cocok dengan kondisi/situasi sekarang( istilah masa kini" itu kan dulu, sekarang tidak".
Dalam kesempatan ini kita akan memfokus pada empat aliran pemikiran tentang manajemen yaitu :
1. Aliran manajemen ilmiah;
2. Aliran teori organisasi klasik;
3. Aliran Tingkah laku:
4. Aliran ilmu manajemen.
Aliran-aliran tersebut dikembangkan secara berturut-turut, saling melengkapi dan memperkaya teori-teori yang berkaitan, karena setiap aliran baru terus ber evolusi dan beberapa bahkan telah bergabung dengan yang lainnya.
Hal ini selanjutnya membawa kita pada tiga pendekatan terpadu (pada manajemen) yaitu:

1. Pendekatan sistem, yaitu suatu pendekatan bahwa organisasi sebagai suatu sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian yang saling berkaitan.
Pendekatan ini memberikan kemungkinan para manajer untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eskternal yang lebih luas. Pendekatan ini meramalkan bahwa aktifitas setiap segmen organisasi mempengaruhi aktifitas segmen lainnya, dengan tingkatan pengaruh yang berbeda.
2. Pendekatan kontingensi, atau biasa juga disebut dengan pendekatan "situasional",adalah bertumpu pada teknik pencapaian sasaran organisasi dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan
yang berbeda.Metode yang efektif pada satu situasi, belum tentu pas dengan situasi yang berbeda. Tugas manajer untuk mengidentifikasi teknik yang tepat digunakan dalam situasi/kondisi/waktu tertentu.
3. Pendekatan keterlibatan dinamik, adalah suatu pandangan bahwa waktu dan hubungan manusia mendesak manajemen untuk memikir ulang pendekatan tradisionil  dalam menghadapi perubahan zaman.
Ketika batas batas-batas budaya dan bangsa menjadi kabur seiring dengan kemajuan teknologi informasi membuat kita membayangkan bahwa dunia adalah sebagai "desa global". Pendekatan ini menitik beratkan pada hubungan manusia dan penyesuaian diri seiring dengan perkembangan/perubahan jaman, atau dengan kata lain "continous improvement".

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN
Manajemen dan organisasi adalah produk dari sejarah, keadaan sosial dan tempat kejadian.Kita dapat belajar dari percobaan dan kesuksesan maupun kesalahan mereka yang terdahulu dalam mengendalikan organisasi formal.
Teori manajemen awal terdiri dari berbagai ussaha untuk mengetahui para pendatang baru dalam kehidupan industri pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 di Eropa dan Amerika Serikat. Dalam bagian ini kita akan membahas/mempelajari sejumlah pendekatan yang dikenal dalam teori manajemen awal yaitu manajemen ilmiah, teori organisasi klasik, aliran tingkaj laku dan aliran ilmu manajemen.

ALIRAN MANAJEMEN ILMIAH
Teori manajemen ilmiah muncul karena kebutuhan untuk meningkatkan produktifitas sebagai fungsi organisasi. Pada awal abad ke 20, Amerika Serikat kekurangan tenaga terampil, sehingga untuk meningkatkan produktifitas,mereka berusaha untuk meningkatkan efisiensi para pekerja.Di pelopori oleh Frederick W Taylor, Hendry L Gantt, Frank dan L Gilbeerth, yang memikirkan prinsip-prinsip utama dalam manajemen yang dikenal dengan teori Manajemen Ilmiah.
Taylor mendasari sistim manajemen pada studi waktu lini produksi yang berbeda dengan metode kerja yang tradisionil. Dia meneliti, mengukur  dan menganalisis setiap komponen/bagian pekerjaan dengan waktu yang dperlu dalam penyelesaiannya. Dengan cara ini dia menetapkan  produktifitas seorang pekerja, sehingga dapat ditetapkan sistim tarif berbeda dari setiap pekerja. Pekerja dibayar berdasarkan prestasi kerja (produktifitasnya).Sedangkan Gantt menambahkan ide baru untuk meningkatkan motivasi pekerja. Setiap kemajuan pekerja dinilai secara terbuka dan dicatat di bagan balok individual setiap prestasi maupun kegagalan masing-masing. Setiap pekerja yang dapat memenuhi/melewati standar yang ditetapkan akan mendapat bonus.

ALIRAN TEORI ORGANISASI KLASIK
Manajemen ilmiah memikirkan cara meningkatkan produktifitas dari organisasi maupun individu pekerja. Teori organisasi klasik mengembangkan pedoman pengelolaan organisasi yang komplek seperti pabrik. Henri Fayol (1841-19250 )sebagai penemu aliran ini. Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen mempunyai pola tertentu yang dapat di identifikasi dan di analisis. Kalua Taylor menekankan pada fungsi organisasi, Fayol menekankan pada total organisasi dan memusatkannya pada manajemen.
Menurut Fayol anggapan bahwa Manajer itu dilahirkan, bukan di bentuk adalah sesuatu yang keliru, karena manajemen adalah suatu keterampilan yang dapat diajarkan kalau prinsip dasarnya di pahami. Prinsip dasar tersebut adalah :

1. Pembagian tugas berdasarkan spesialisasi
2. Memberi kewenangan/pendelegasian tugas kepada orang yang tepat
3. Disiplin, anggota organisasi harus menghormati peraturan dan ketentuan yang sudah  disepakati.
4. Kesatuan komando< seorang karyawan menerima instruksi dari atasannya langsung
5. Kesatuan dalam pengarahan, setiap devisi hanya memiliki satu orang manager
6. Kepentingan individual dibawah kepentingan umum
7. Imbalan, kompensasi untuk pekerjaan yang dilakukan harus adil antara karyawan dan majikan
8. Sentralisasi, mengurangi peran bawahan dalam membuat keputusa, tanggung jawab akhir ada pada manajer
9. Hierarki, garis wewenang dalam sebuah organisasi berjalan menurut peringkat dari manajemen puncak ke tingkat paling bawah dari suatu perusahaan/organisasi
10. Penataan orang maupun material harus sesuai dengan kompetensi dan kegunaannya.
11. Adil, Manager harus bersahabat dan adil kepada bawahan
12. Stabilitas staf, jangan mudah memindah-mindahkan staf dari satu devisi kelain devisi.
13. Inisiatif, karyawan diberi kebebasan untuk memikirkan dan melaksanakan rencana mereka(walau kadang terjadi kesalahan)
14. Semangat korp, mempromosikan semangat tim akan memberikan rasa kesatuan pada organisasi.
ALIRAN TINGKAH LAKU
Aliran tingkah laku muncul karena pendekatan klasik kurang berhasil mencapai efesiensi produksi dan harmoni di tempat kerja,akibatnya manajer frustrasi dengan pola tingkah laku orang/karyawan yang tidak mengikuti pola tingkah laku yang diramalkan/diharapkan.Untuk itu beberapa akhli  memperkuat teory oraganisasi klasik dengan memasuk unsur "sisi manusia" dengan pemahaman sosiologi dan psykologi.
Gerakan hubungan/interaksi manusia muncul dari usaha secara sistemik untuk menemukan faktor-faktor sosial dan psykologis yang akan menciptakan interaksi yang harmonis dan efektif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa karyawan akan bekerja lebih keras bila mereka percaya manajemen memperhatikan kesejahteraan mereka dan supervisor memberikan perhatian khusus pada mereka. Harmonisasi ditempat kerja juga akan berpengaruh positif terhadap produktifitas karyawan.
ALIRAN ILMU MANAJEMEN
Aliran Ilmu Manajemen menjadi populer lewat dua fenomena paska perang,yaitu
pertama dengan berkembangnya komputer yang berkecepatan tinggi dan kedua dengan menggunakan pendekatan  teknik matematik untuk membuat model, menganalisis dan menyelesaikan masalah-masalah manajemen.
Ilmu manajemen menawarkan cara baru untuk meramalkan masa depan suatu organisasi, melalui simulasi dengan menggunakan model matematik yang rumit dan komputer untuk mengolah data, sehingga dapat dapat dirancang berbagai model yang diinginkan.
Kelemahan model matematik ini cenderung tidak mempertimbangkan faktor manusia yang melaksanakan/ menjalankan organisasi tersebut.


Penugasan  :
1. Mengapa mempelajari teori itu penting? Uraikan dengan contoh kasus.
2. Faktor lingkungan apa saja yang mempengaruhi perkembangan aliran teori manajemen


Senin, 02 Desember 2013

pembelajaran kdpjj

Teori PJJ yang di kemukakan oleh Moore, pada tahun 1973 adalah “Suatu metode pembelajaran dimana proses dosenan terjadi secara terpisah dari proses belajar, sehingga komunikasi antara tenaga dosen dan siswa harus difasilitasikan melalui bahan cetak, media elektronik, dan media-media lainnya (Moore, 1973)”.

Dari uraian karakteristik PJJ yang di kemukakan oleh Moore dapat kita paparkan bahwa keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri khas dari PJJ. Pemisah  kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keadaan seperti ini terjadi misalnya karena pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.
Jarak sebagai pemisah seperti di ataslah yang hendak diatasi melalui PJJ dengan memanfaatkan rancangan instruksional dan rancangan interaksi supaya kegiatan belajar yang dirancang dengan sungguh-sungguh dapat tercapai.  Ciri khas PJJ berupa keterpisahan jarak baik dalam arti fisik maupun non-fisik menyebabkan kegiatan pembelajaran tatap muka dapat dikatakan terjadi dalam frekuensi yang rendah. Isi pembelajaran disampaikan melalui media dalam berbagai jenis sedangkan komunikasi/interaksi antara peserta ajar dengan tenaga pengajarnya dilakukan dengan memanfaatkan sarana komunikasi. Dengan demikian program pendidikan dapat diikuti dari mana saja dan kapan saja selama media belajar dan sarana komunikasi dua arah tersedia sehingga memungkinkan peserta ajar dan tenaga pengajarnya dapat berinteraksi untuk membahas materi pembelajaran.
Kemudian pendidikan yang diselenggarakan dengan sistem demikian tentu akan membuka peluang belajar bagi mereka yang tidak bisa mengikuti program pendidikan konvensional. Mereka yang sudah berkeluarga dan bekerja biasanya tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mengikuti perkuliahan yang diselenggarakan dengan jadwal ketat dan hanya dapat diikuti di tempat tertentu saja.
Ada empat syarat media pembelajaran yang baik yaitu:
  1. Media pembelajaran harus mempunyai tujuan untuk memberikan dan meningkatkan motivasi peserta didik;
Dengan penggunaan media pembelajaran seperti bantuan teknologi internet, laptop, gadget dll, peserta didik di harapkan termotivasi sehingga pembelajaran bisa lebih menyenangkan dan meunculkan ide-ide baru;
2.      Media harus merangsang peserta didik untuk mengingat apa yang sudah dipelajari;
Media yang di gunakan seperti laptop dan internet akan mempermudah peserta didik dalam mengingat pelajaran karena bahan ajar dapat mereka simpan dalam laptop, kemudian dalam alat teknologi lainnya yang lebih mudah dan praktis dimana peserta didik dapat membawanya ke mana mana dan pembelajaran dapat di lakukan dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Seperti bahan ajar yang diubah ke dalam bentuk digital (digital book) yang di simpan dalam gadget, android, tablet dll. Hal ini akan terasa lebih mudah dan lebih praktis, sehingga anak-anak terangsang untuk mengingat kembali mata pelajaran yang sudah di ajarkan.
3.      Media yang baik akan mengaktifkan peserta didik dalam memberikan tanggapan, umpan balik, dan juga mendorong peserta didik untuk melakukan praktek-praktek dengan benar;
Penggunaan media yang baik seperti laptop dan teknologi internet  mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut ;
o   Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka);
o    Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera;
o   Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Sehingga dapat menimbulkan kegairahan belajar; memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan; dan memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya;
4.      Penggunaan media harus terencana, untuk menghindari adanya komunikasi yang tidak lengkap, tidak tuntas, atau tertunda;
Media yang akan di gunakan dalam proses pembelajaran memiliki karakteristik perencanaan yang baik, misalkan damfak positif dan negatif yang dihasilkan harus sudah tergambarkan sebelum kegiatan pembelajaran di lakukan. Dalam pembelajaran PJJ media pembelajaran harus terencana karena proses pembelajaran akan lebih epektif.

 
Fungsi penilaian pada dasarnya ada tiga, yaitu untuk:
Ø  Mengukur keberhasilan belajar mahasiswa,
Dengan adanya penilaian tersebut maka tingkat pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran yang sudah di berikan akan terlihat, apakah peserta didik dapat memahaminya atau tidak. Sehingga hal ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan kuantiitas pembelajaran itu sendiri;
Ø  Mengevaluasi efektivitas mengajar dosen,
Dosen menyampaikan suatu ilmu / bahan ajar kepada peserta didiknya apakah dapat diterima dengan mudah oleh mahasiswa atau tidak, apabila terjadi kesalahan dalam pemahaman mata pembelajaran apakah kesalahan tersebut terjadi karena dosennya atau siswanya yang tidak memahaminya. Dengan adanya penilaian tersebut kinerja para pengajar dapat lebih ditingkatkan lagi.

Ø  Memberikan umpan balik kepada mahasiswa,
Mahasiswa dan tenaga pendidik menjalin komunikasi yang searah dan memiliki prinsip yang sama, tidak discomunication. Setiap peserta didik berhak mendapatkan umpan balik dari pengajarnya untuk setiap tugas yang dikerjakannya. Dengan demikian, peserta didik dapat mengetahui kesalahannya dalam menjawab atau mengerjakan tugas, dan sebaliknya dapat mengetahui apakah jawaban atau tugas yang dikerjakannya sudah benar. Mengetahui kesalahan dalam belajar dapat memotivasi peserta didik untuk belajar lebih keras. Begitu pula informasi keberhasilan peserta didik dalam belajar dapat menimbulkan rasa bangga, yang pada akhirnya akan lebih memacu semangat belajarnya. Sistem penilaian pada dasarnya adalah suatu cara untuk mengkomunikasikan hasil pengukuran belajar peserta didik. Nilai yang diberikan harus mempunyai arti yang sama bagi semua pihak yang menggunakannya, baik bagi pengajar, peserta didik, orang tua, lembaga pendidikan yang bersangkutan, maupun pihak pengguna lainnya (misalnya tempat bekerja).